Special Region of Yogyakarta

23 Juni 2018
08.36

Dalam liburan singkatku ke kota yang selalu memiliki sihir untuk menarik kita kembali kepelukannya. Ya, Yogyakarta, dia dalangnya.

    Pernahkah anda bertanya tanya tentang bagaimana seseorang yang terbiasa diam dan memilih untuk tidak dipandang, tiba-tiba memunculkan bagian 180 derajat terbalik dengan kebiasaannya? Sama, tanyakan saja pada nuranimu, jika berbeda beritahu aku.
" kau belum mengenal ia sepenuhnya, atau mungkin sifat seseorang berevolusi setiap waktunya" dan banyak lagi kemungkinan lain yang dapat nalar ini temukan, dan nurani pun begitu saja bersahat mengikuti. Tetapi sama sajalah, ruhnya tidak akan pernah sempurna. Pahamilah. Terimalah. Dia yang bernyawa tak tahu persis dirinya seperti apa. Sang Maha Pengatur yang tau.

    Dari 7 milyar orang di dunia yang sedang menyambut ajalnya, pada setiap ruhnya Tuhan memberi secuil izinNya untuk bekal kita melawan dunia. Dia lah yang Maha atas segala kuasa. Yang berhak sombong hanyalah Dia, tapi sayang Dia memilih untuk tidak sombong dan malah mengejek kita dengan segala nikmatNya. Ada banyak nikmat Tuhan yang patut anda syukuri, salah satunya ketika membaca ini. Beryukurlah!


24 Juni 2018

Masih di tempat yang sama, Jogja sekali lagi berhasil melekatkan diriku dengannya. Temaram nya langit membuat tanah monjali semakin syahdu untuk dinikmati. Bersama teman baikku, Guntur namanya, mahasiswa MMTC semester 2, kami memutuskan menyusuri kompleks kampus UGM sembari bercanda tentang sitkom warkop DKI yang kami tonton semalam, klasik memang. tak layak rasanya jika aku lupa mengucap syukur kepada Sang pemberi nikmat hari ini. Sungguh Dia memang unik dengan segala izin dan ciptaanNya, termasuk pohon beringin yang tertancap mantap di dalam tanah sekitar bunderan Fakultas Teknik. Pohon tersebut menyita perhatianku untuk sesaat. Tinggi, rimbun, dan sudah berakar gantung, dasar tua. Pernahkah anda mengamati pohon beringin? Jika pernah beritahu aku apa yang anda rasa. Begitu tua sehingga mampu menimbulkan kesan mistis yang sudah menjadi stigmaku sejak lama, apa yang ada didalamnya? Di lain sisi, nalar menolak diam dan memilih untuk tetap liar menelisik segala kemungkinan. Katanya, sudah berapa lama dia menjadi saksi bisu akan semua cerita yang pernah terjadi di sekitar jalan ini? Andai dia dapat bercerita, aku mau mendengarnya berhari hari demi menuntaskan dahagaku akan keingintahuan. Liar memang imajinasi ini,tetapi biarlah, aku senang nalar ini berkeliaran kemanapun dia mau. Toh, Tuhan ada maksud menciptakan aku yang begini adanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sofia & Youssef